Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

Indonesia Halal EXPO 2012 Resmi Dibuka



Menko Kesra, Agung Laksono (kanan) didampingi Lukmanul Hakim (Ketua LPPOM MUI, kedua kanan) dan Amidhan (Ketua MUI, kiri)berbincang dengan Romuald Morawski (First Counsellor Embassy of The Republic of Poland, kedua kiri) saat mengunjungi stan Republik Polandia yang ikut berpartisipasi dalam Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2012 pada Kamis (5/7) di gedung SMESCO, Jakarta.

Acara yang berlangsung mulai 5-8 Juli 2012 ini diikuti oleh 130 peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Sebelumnya juga telah dilangsungkan International Training on Halal Assurance System yang diikuti oleh lembaga-lembaga sertifikasi halal dari luar negeri, antara lain Filipina, Thailand, Korea, Singapura, Jepang , China, Emirat Arab, India, Qatar, Perancis, dan Swiss.

Untuk memberikan kemudahan di bidang pelayanan, LPPOM MUI juga telah menerapkan layanan sertifikasi halal berbasis web melalui CEROL-SS 23000, yang memungkinkan pelayanan sertifikasi halal dapat dilakukan secara transparan dan efisien

Sebagai rangkaian dari kegiatan INDHEX 2012, LPPOM MUI juga menggelar Global Halal Forum, berupa pertemuan para pelaku usaha dari dalam dan luar negeri untuk saling bertukar informasi mengenai bisnis halal. Selain itu juga ada World Halal Food Council(WHFC) Meeting, pertemuan anggota Dewan Pangan Halal Dunia yang dihadiri delegasi lembaga-lembaga sertifikasi halal luar negeri dan Anugerah Halal 2012, penghargaan  yang diberikan kepada perusahaan, perorangan, lembaga pendidikan dan media massa, yang dinilai berkontribusi positif dalam membangun, menginformasikan dan mensosialisasikan halal. Anugerah Halal ini merupakan  kerjasama MUI dengan Kementerian Agama.

LPPOM MUI berharap dengan adanya INDHEX ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia, yang telah dicanangkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa. (M Zakir Salmun)

repost dari ERAMUSLIM.COM
»»  READMORE...

Sabtu, 30 Juni 2012

Din Syamsuddin: Indonesia Stabil karena Umat Islam Toleran

Hidayatullah.com---Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan jika Indonesia bukanlah negara intoleran seperti yang dituduh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tuduhan ini didasari atas maraknya kasus-kasus penolakan pendirian gereja dan penindasan umat Kristen oleh kalangan umat Islam di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Din saat menjadi pembicara pada diskusi bertema “Implementasi HAM dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Perspektif Indonesia” di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalatya, Jawa Barat, Jum’at (26/06/2012) malam.

Diskusi ini merupakan rangkaian acara Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia ke-IV yang berlangsung mulai 29 Juni sampai 2 Juli 2012.

Menurut Din tuduhan tersebut tidak mendasar. “Tidak bisa Indonesia stabil seperti yang dialami saat ini jika tidak ada toleransi mayoritas (umat Islam),” kata Din.
Justru, kata Din, yang sering terjadi kasus intoleransi adalah daerah-daerah yang populasi umat Islam-nya minoritas. “Kasus Poso dan Ambon adalah contoh,” tegasnya.
Din juga tidak setuju jika pertumbuhan gereja dan umat Kristen di Indonesia sangat kecil, seperti yang dikeluhkan tokoh-tokoh Kristen.

“Dalam buku Leo Suryadinata berjudul Indonesia’s Population dikatakan jika pertumbuhan populasi umat Islam 1,2 persen, sedang pertumbuhan populasi umat Kristen 2,4 persen,” paparnya.

Sementara, lanjut Din, ada tiga daerah di Indonesia yang pertumbuhan populasi umat Kristennya sangat signifikan. “Urutan pertama Kepulauan Riau delapan persen. Kedua, Sumatera Barat tujuh persen, dan urutan ketiga Jawa Barat,” jelas Din*



Repost dari Hidayatullah.com
»»  READMORE...